Nanoteknologi

Saat ini, dunia sedang  bergerak memasuki gerbang  era  “Nanoteknologi”. Pakar dan ilmuwan yakin, Nanoteknologi adalah sebuah konsep teknologi yang akan melahirkan revolusi industri baru di abad ke-21. Dalam satu dekade (2010 – 2020) ke depan, akan tejadi percepatan luar biasa dalam penerapan nanoteknologi di dunia industri.

Istilah “nano” berasal dari bahasa Yunani yang berarti kecil/kerdil. Nanoteknologi adalah teknologi rekayasa material, struktur fungsional maupun piranti (alat) pada ukuran sangat kecil hingga pada ranah nanometer (nm).  Satu nm = sepersatu milyar (10-9) meter atau 50 ribu kali lebih kecil dari diameter sehelai rambut manusia.

Sifat-sifat material baik sifat fisika, kimia, maupun biologi berubah dengan drastis ketika dimensi material masuk ke dalam skala nano meter. Material berukuran nanometer memiliki sifat fisika dan kimia yang lebih unggul dari material ukuran besar. Sifat tersebut dapat diubah melalui pengontrolan ukuran material, pengaturan komposisi kimiawi, modifikasi permukaan, dan pengontrolan interaksi antar partikel.

Dewasa ini, Nanoteknologi mulai diterapkan pada hampir seluruh sektor industri. Pada industri manufaktur kosmetik, farmasi dan nutraceutical, Nanoteknologi diaplikasikan terutama untuk menghasilkan produk-produk dengan kandungan bahan-bahan aktif yang ukuran partikelnya sangat kecil (dalam skala nano). Dalam bentuk nano partikel, bahan-bahan aktif akan lebih cepat diserap secara maksimal oleh tubuh dan menghasilkan efek yang lebih cepat dan lebih maksimal pula bagi tubuh. Dengan demikian, selain berdampak pada peningkatan efikasi dan efektifitasnya, secara otomatis juga akan meningkatkan efisiensi produk-produk tersebut.

Diformulasikan dari bahan-bahan terbaik dunia dan diproduksi dengan proses pengolahan berbasis Nanoteknologi, menjadikan produk-produk makanan kesehatan dan suplemen alami Rhizoma memiliki kualitas, efektifitas dan tingkat efikasi yang lebih tinggi dibanding produk-produk sejenis pada umumnya.

Tags :