Prosedur & Kebijakan Rhizoma

PROSEDUR & KEBIJAKKAN RHIZOMA

 

Pasal I

MAKSUD DAN TUJUAN

 

Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma disusun dengan maksud dan tujuan:

  1. Menjadi pedoman bagi seluruh Mitra Usaha dalam menjalankan usahanya.
  2. Menjadi pedoman bagi Mitra Usaha dan Perusahaan  dalam menjalankan hak dan kewajiban satu sama lain.
  3. Menegaskan dan mengatur hubungan antara Perusahaan dengan  Mitra Usaha.
  4. Mengatur hubungan antar Mitra Usaha.
  5. Melindungi kepentingan Perusahaan, Mitra Usaha dan Konsumen
  6. Mengatur hubungan antara Perusahan, Mitra Usaha dan Konsumen.

 

Pasal II

PENGERTIAN UMUM

 

Dalam Kebijakkan Perusahaan istilah-istilah berikut ini mempunyai maksud dan pengertian sebagaimana dijelaskan di bawah ini:

  1. “KEMITRAAN” adalah hubungan kerjasama antara perusahaan dengan seseorang yang bertindak sebagai Indipendent Distributor (Distributor Lepas) bagi perusahaan.
  2. “PERUSAHAAN” adalah PT. RHIZOMA, sebuah Perusahaan Redistribusi yang  bergerak di bidang Usaha Perdagangan Barang dan Jasa dengan sistim Penjualan Langsung Berjenjang (Multi Level Marketing atau Network Marketing).
  3. “MITRA USAHA” adalah setiap orang yang telah secara resmi mendaftarkan diri dan telah dinyatakan sah (oleh perusahaan) sebagai anggota dengan status Distributor Lepas (bukan karyawan) dalam sistim usaha Perusahaan, sehingga memiliki hak mendistribusikan dan memasarkan produk-produk Rhizoma, serta mengembangkan jaringan usaha RHIZOMA WORLDWIDE dengan mendapatkan keuntungan berupa Bonus, Royalty, Reward, Fasilitas dan Dukungan Usaha serta keuntungan-keuntungan lainnya sesuai Rancangan Kompensasi (Compensation Plan) Perusahaan.
  4. “ID MITRA USAHA” adalah rangkaian kode berupa huruf dan atau angka yang diberikan oleh perusahaan kepada seorang Mitra Usaha yang sah yang akan dipergunakan oleh Mitra Usaha untuk berbagai keperluan transaksi maupun administrasi.
  5. “PRODUK” adalah semua barang atau jasa yang dipasarkan oleh Perusahaan.
  6. “Usaha RHIZOMA WORLDWIDE” adalah sebuah bentuk usaha pemasaran dengan sistim Network Marketing dan konsep dasar Redistribution Marketing yang unik khas Rhizoma.
  7. “COMPENSATION PLAN” atau Rancangan Kompensasi pada hakikatnya adalah Rancangan Pemasaran Usaha Rhizoma Worldwide yang berisi prosedur dan ketentuan mengenai sistim pemasaran produk dan pengembangan jaringan Usaha Rhizoma, sistim Jenjang Karir, sistim pembayaran kompensasi (bonus dan royalty), pemberian Reward dan lain sebagainya yang diberlakukan oleh Perusahaan dalam menjalankan usahanya.
  8. SUPPORT SYSTEM Rhizoma Worldwide yang diberi nama “Rhizoma Beneficial System (RB-System)” adalah sistim pendukung pengembangan usaha Rhizoma yang dirancang dan diberlakukan secara resmi oleh Perusahaan guna menunjang keberhasilan setiap Mitra Usaha dalam menjalankan usahanya, Support yang diberikan oleh RB-System antara lain terdiri dari penyediaan: Rancangan Strategi Pemasaran produk serta Pengembangan Jaringan, Rangkaian Pertemuan dan Pelatihan Bisnis, Rancangan Organisasi Mitra Usaha, Rangkaian Alat dan Sarana Pengembangan Usaha dan berbagai bentuk support lainnya.
  9. “SPONSOR” adalah seorang Mitra Usaha Rhizoma yang sah yang mereferensikan orang lain untuk menjadi Mitra Usaha RHIZOMA WORLDWIDE di bawahnya langsung (downline langsung). Bagi seorang Mitra Usaha, Sponsor adalah upline langsung Mitra Usaha tersebut.

10.“UPLINE PLACEMENT” adalah Mitra Usaha Rhizoma yang sah yang menjadi titik penempatan seorang Mitra Usaha baru.

11.“PAKET AKTIFASI” adalah paket produk yang wajib dibeli Mitra Usaha sebagai persyaratan untuk mengaktifkan Account Business-nya.

12.“BUSINESS KIT” (Perangkat Usaha) adalah satu set perlengkapan penunjang usaha yang berisi Buku Pengenalan Peluang Usaha Rhizoma,  Katalog produk Rhizoma, CD Presentasi, Flayer Rancangan Kompensasi, Flayer Produk, Daftar Harga dan lain sebagainya.

13.“STOCKIST & MASTER STOCKIST” adalah Mitra Usaha yang melakukan fungsi stock dan distribusi produk dengan membuka kantor penjualan/layanan produk sekaligus pusat aktifitas usaha Rhizoma dan melayani kebutuhan produk seluruh Mitra Usaha pada suatu area/wilayah tertentu (Stockist setingkat kabupaten/kotamadya dan Master Stockist setingkat provinsi).

14. “KONSUMEN” adalah setiap individu atau kelompok yang melakukan pembelian produk secara langsung dari seorang Mitra Usaha.

 

Pasal III

KODE ETIK MITRA USAHA

 

Sebagai Mitra Usaha Rhizoma Worldwide, saya setuju untuk:

  1. Mempelajari, memahami, menerima dan mematuhi seluruh prosedur, aturan dan ketentuan dalam Kode Etik Mitra Usaha, Compensation Plan, Support System, Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma serta Aturan dan Ketentuan terkait lain yang dikeluarkan secara resmi oleh Perusahaan termasuk aturan, ketentuan serta perundang-undangan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
  2. Melaksanakan semua kegiatan profesional saya sebagai Mitra Usaha dengan cara-cara yang halal, etis, amanah, baik, benar dan tidak bertentangan dengan Compensation Plan, Support System, Prosedur dan Kebijakan Rhizoma serta Aturan dan Ketentuan terkait lainnya yang dikeluarkan secara resmi oleh Perusahaan termasuk aturan, ketentuan serta perundang-undangan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sehingga akan meningkatkan reputasi saya pribadi dan reputasi Rhizoma.
  3. Berusaha dengan sebaik-baiknya, sebenar-benarnya serta penuh semangat dan tanggung jawab dalam mempromosikan produk-produk dan Peluang Usaha Rhizoma.    
  4. Dalam menjalankan usaha Rhizoma Worldwide tidak akan melakukan dan atau terlibat dalam praktek-praktek yang tidak halal, tidak etis, tidak baik, tidak benar, merugikan, melanggar hukum, melanggar Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma, seperti:
    1. Melakukan praktek perekrutan dan penjualan dengan cara-cara yang tidak etis, menipu, menyesatkan, mengecoh, mengancam, memaksa, dan lain sebagainya.
    2. Memberikan keterangan yang tidak benar atau berlebihan berkaitan dengan Produk dan Rancangan Kompensasi (Compensation Plan) Rhizoma Worldwide.
    3. Memasang iklan atau sejenisnya dengan tujuan untuk merekrut calon-calon Mitra Usaha baru yang seolah-olah merupakan suatu lowongan pekerjaan dan lain sebagainya.
    4. Menjual Produk dengan harga yang lebih rendah atau lebih tinggi dari harga konsumen yang disarankan oleh Perusahaan.
    5. Menyatakan bahwa dia ataupun orang lain mempunyai hak monopoli penjualan atas suatu daerah atau wilayah tertentu.
    6. Menunda-nunda pendaftaran dan atau pembayaran uang pendaftaran dan atau menyalahgunakan uang pendaftaran calon Mitra Usaha yang diamanahkan kepada saya dan atau menjadi tanggung jawab saya.
    7. Melakukan hijacking (pembajakkan) Mitra Usaha dari grup lain maupun dari grupnya sendiri, baik didaftarkan kembali sebagai Mitra Usaha dengan data diri yang sama  maupun berbeda sehingga mengakibatkan terjadinya keanggotaan ganda atau keanggotaan dengan data diri palsu/fiktif.   
    8. Memindah-mindahkan dan atau menyusun/mengatur ulang posisi Mitra Usaha dalam struktur jaringan usaha (grup) saya dengan cara dan atau alasan apapun tanpa seizin dan sepengetahuan mitra yang dipindah dan diatur ulang posisinya, sponsor atau upline mitra tersebut serta Perusahaan.
    9. Mengganti/merubah data pendaftaran (data sponsor, data upline penempatan, data bank dan lain sebagainya) calon Mitra Usaha yang pendaftarannya diamanahkan oleh Mitra Usaha lain kepada saya tanpa sepengetahuan/seijin calon Mitra Usaha maupun Mitra Usaha tersebut.  
    10. Menjual / menawarkan kepada Mitra Usaha lainnya, atau mengajak / mempengaruhi / menyuruh Mitra Usaha lain untuk menjual/menawarkan produk-produk dan atau peluang usaha dari perusahaan Direct Selling atau Multi Level Marketing lain.
    11. Membuat klaim dan atau janji-janji atas produk dan rancangan kompensasi yang berlebihan dan/atau tidak sesuai dengan penjelasan resmi tentang produk, Compensation Plan, Support System serta Prosedur dan Kebijakan Rhizoma.
    12. Tidak menjaga dan atau mencemarkan nama baik perusahaan.
    13. Menjelek-jelekan produk/perusahaan lain.

dan lain sebagainya.  

  1. Memenuhi tanggung jawab saya sebagai sponsor, upline sekaligus leader bagi organisasi Mitra Usaha (downline) dalam jaringan saya dengan cara mendukung dan membantu mereka dalam mengembangkan usaha sesuai dengan Kode Etik Mitra Usaha, Compensation Plan, Support System serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma.
  2. Menghormati keberadaan organisasi Mitra Usaha  di luar jaringan saya dan tidak akan bersikap,  berkata dan melakukan perbuatan yang bisa merugikan mereka dan menimbulkan keresahan dalam lingkungan usaha Rhizoma Worldwide.
  3. Tidak akan mendiagnosa atau memberi resep untuk perawatan penyakit atau membuat klaim apapun, dan juga tidak akan merekomendasikan kepada siapapun supaya menghentikan jasa, saran atau pengobatan dari dokter ahli kesehatan professional manapun.
  4. Menjamin bahwa seluruh penjualan produk kepada seluruh konsumen serta perekrutan mitra usaha baru telah sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Compensation Plan, Support System serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma.
  5. Membeli produk-produk Rhizoma hanya dari Kantor Pusat atau dari Master Stockist dan Stockist resmi Rhizoma.
  6. Tidak akan menghilangkan, atau menyebabkan,  atau mengizinkan untuk dihilangkannya suatu bahan atau materi apapun khususnya yang berhubungan dengan Produk, Compensation Plan serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma.      

 

Pasal IV

PROSEDUR DAN KEBIJAKAN TENTANG KEMITRAAN

 

A. Ketentuan Umum

  1. Calon Mitra Usaha adalah perorangan (bukan atas nama perusahaan, badan usaha ataupun organisasi lainnya), telah berusia 17 (tujuhbelas) tahun atau sudah pernah menikah (sekalipun belum berusia 17 tahun) dan telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat permohonan keanggotaan diajukan, kecuali dalam hal keanggotaan karena pewarisan akan diatur dalam aturan tersendiri yang merupakan satu kesatuan dengan Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma ini.
  2. Untuk menjadi Mitra Usaha, calon Mitra Usaha harus disponsori (direkomendasikan) oleh seseorang yang secara sah telah dan masih menjadi Mitra Usaha Rhizoma.
  3. Untuk menjadi Mitra Usaha, seseorang harus (a) disponsori/direkomendasikan oleh Mitra Usaha Rhizoma yang sah, (b) telah membaca, memahami dan setuju untuk  menerima dan mematuhi semua aturan, prosedur serta ketentuan Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebujakkan Rhizoma, (c) mengisi Aplikasi Pendaftaran secara online melalui Situs Resmi Perusahaan, dan (d) melakukan aktifasi kemitraan agar bisa segera memulai usaha dan memperoleh penghasilan.
  4. Setelah proses pendaftaran dinyatakan Berhasil oleh perusahaan, maka calon Mitra Usaha telah Sah menjadi Mitra Usaha dan dianggap telah membaca, memahami dan setuju untuk  menerima dan mematuhi semua aturan, prosedur serta ketentuan baik yang terdapat dalam Kode Etik Mitra Usaha, Compensation  Plan maupun Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma serta aturan dan ketentuan terkait lainnya berikut perubahan perubahan yang dilakukan oleh Perusahaan dari waktu ke waktu.
  5. Mitra Usaha tidak dibenarkan memiliki keanggotaan ganda. Jika ditemukan seorang    Mitra Usaha memiliki lebih dari satu keanggotaan, maka kedua keanggotaannya tersebut akan dicabut.
  6. Yang dimaksud dengan Keanggotaan Ganda adalah seorang yang masih terdaftar secara sah sebagai Mitra Usaha Rhizoma mendaftar lagi menjadi Mitra Usaha Rhizoma (baik dengan data diri yang sama maupun berbeda) sehingga memiliki dua atau lebih ID Mitra Usaha Rhizoma, termasuk dalam hal ini adalah aktif menjalankan usaha Rhizoma Worldwide dengan ID Mitra Usaha lain dan menikmati hasilnya.
  7. Untuk calon Mitra Usaha yang sudah menikah, suami dan istri masing-masing boleh memiliki Business Account sendiri-sendiri dengan ketentuan memiliki sponsor yang sama atau satu mensponsori yang lain.

 

B. Prosedur dan Kebijakkan Pendaftaran dan Aktifasi Mitra Usaha Baru

Untuk menjadi Mitra Usaha Rhizoma Worldwide setiap individu harus memenuhi prosedur dan ketentuan sebagai berikut:

  1. Disponsori (direkomendasikan) oleh seseorang yang secara sah telah dan masih aktif menjadi Mitra Usaha Rhizoma.
  2. Dengan bantuan sponsornya, mengisi dan melengkapi Aplikasi Pendaftaran secara online melalui Situs Resmi Perusahaan dan memperhatikan beberapa hal penting berikut ini:
    1. Seluruh data yang dimasukkan adalah data yang sebenar-benarnya.
    2. Cermat dalam memasukkan data terutama data-data yang menyangkut (a) Nama dan Id Sponsor, (b) Nama dan Id Upline Placement (penempatan), karena setelah men-“submit” data pendaftaran, tidak dapat dilakukan editing terhadap kedua hal tersebut.
    3.    Nama di Rekening Bank Mitra Usaha untuk keperluan transfer bonus yang didaftarkan pada perusahaan harus sama dengan nama yang tercantum pada data pendaftaran Mitra Usaha.
    4. Masalah yang timbul di kemudian hari akibat kesalahan memasukkan data menjadi tanggung jawab pihak yang memasukkan data tersebut.
    5. Untuk bisa segera memulai usaha dan memperoleh penghasilan, Mitra Usaha harus melakukan aktifasi dengan cara membeli Paket Produk Aktifasi yang ditetapkan oleh perusahaan dengan harga sesuai ketentuan harga resmi yang berlaku saat itu.
    6.    Setelah proses aktifasi dinyatakan berhasil oleh perusahaan, maka Mitra Usaha berhak atas sejumlah manfaat berikut:

ü Mendapatkan Hak menjalankan Peluang Usaha Rhizoma Worldwide yang bisa diwariskan,

ü Virtual Office (halaman situs pribadi untuk kontrol administrasi usaha seperti cek laporan bonus, cek perkembangan jaringan, cek stock, cek riwayat transaksi via online store dan lain sebagainya),

ü Web Replika dengan konsep Online Store (untuk berjualan secara online)

ü Untuk kelengkapan usaha, seorang Mitra Usaha bisa mendapatkan kartu Mitra Usaha dan Exclusive Business Kit dengan mengganti ongkos cetak.

 

 

C. Lisensi Mitra Usaha Rhizoma

  1. Kemitraan (keanggotaan) Rhizoma Worldwide terbuka bagi masyarakat umum (perorangan dan bukan badan usaha atau organisasi lainnya) dengan memenuhi prosedur dan ketentuan pendaftaran sebagaimana diatur dalam Ayat (A & B), Pasal IV dalam Prosedur dan Kebijakan Rhizoma ini.
  2. Calon Mitra Usaha wajib mempelajari, memahami, menerima dan mematuhi seluruh prosedur dan ketentuan dalam Kode Etik Mitra Usaha, Compensation Plan, Support System, Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma beserta segala konsekuensi yang menyertainya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun.    
  3. Setelah dinyatakan sah menjadi Mitra Usaha  Rhizoma Worldwide, setiap Mitra Usaha akan memperoleh ID dan Pasword resmi (dikirim secara rahasia ke No. HP Mitra Usaha yang bersangkutan) dan wajib menjaga kerahasiaannya, penyalahgunaan ID dan Password menjadi tanggung jawab Mitra Usaha yang bersangkutan.   
  4. Setelah resmi menjadi Mitra Usaha Rhizoma, maka setiap orang/individu adalah pemegang lisensi resmi dari PT. Rhizoma sebagai “Indipendent Distributor (Distributor Lepas) dan berhak menjalankan/mengembangkan Usaha Rhizoma Worldwide (memasarkan produk-produk Rhizoma dan mengembangkan jaringan pemasaran di bawahnya) sesuai dengan Kode Etik Mitra Usaha, Compensation Plan, Support System serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma.
  5. Penghasilan akan diperoleh jika Mitra Usaha berhasil menjalankan Rhizoma Compensation Plan dengan baik dan benar serta tidak bertentangan dengan Kode Etik Mitra Usaha, Support System, Prosedur dan Kebijakan Rhizoma serta Hukum dan Perundang-undangan yang berlaku.
  6. Setiap Mitra Usaha wajib memberikan keterangan-keterangan mengenai Produk dan Compensation Plan kepada calon Mitra Usaha khususnya dan masyarakat umumnya dengan sebenar-benarnya sesuai dengan keterangan dan ketetapan resmi Perusahaan, dan jika terjadi permasalahan akibat dari kesalahan atau penyimpangan penyampaian keterangan  mengenai Produk dan Compensation Plan adalah menjadi tanggung jawab Mitra Usaha yang    bersangkutan.
  7. Perusahaan tidak bertanggung jawab terhadap janji-janji lisan maupun tertulis dari Mitra Usaha yang tidak sesuai dengan Compensation Plan, Support System serta Prosedur dan kebijakan Rhizoma, dan permasalahan yang timbul akibat Janji–janji tersebut adalah merupakan tanggung jawab dari Mitra Usaha yang bersangkutan.
  8. Dalam menjalankan usahanya, setiap Mitra Usaha wajib menjaga nama baik Perusahaan, tidak menjelek-jelekkan distributor atau perusahaan sejenis lainnya, dan dilarang mengikuti serta mengembangkan usahanya.
  9. Jika ada laporan secara tertulis dan dapat dibuktikan kebenarannya bahwa seorang Mitra Usaha menjalankan program pemasaran sejenis lainnya dan menimbulkan keresahan Mitra Usaha lain, maka perusahaan berhak memberikan teguran hingga pencabutan lisensi Mitra Usaha yang bersangkutan tanpa kompensasi apapun.
  10. Jika Perusahaan menemukan kecurangan atau tindakan lain yang meresahkan dan atau merugikan Mitra Usaha lain dan atau merugikan PT. RHIZOMA baik secara moril maupun materiil, langsung maupun tidak langsung, maka pihak PT. RHIZOMA berhak memberikan sanksi sesuai prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma, dan mengambil langkah- langkah penyelesaian masalah yang ditimbulkan oleh Mitra Usaha tersebut.
  11. Mitra Usaha tidak dibenarkan membuat dan menjalankan sistim sendiri di luar yang telah diatur dalam Compensation Plan perusahaan (sistim dalam sistim).
  12. Setiap Mitra Usaha yang dianggap merugikan perusahaan dan juga menyebabkan keresahan Mitra Usaha lain akan dikenakan sanksi sesuai dengan Prosedur dan Kebijakkan perusahaan.  
  13. Semua produk Perusahaan telah didaftarkan pada instansi yang berwenang baik Merek, Logo, maupun Hak Ciptanya, maka Mitra Usaha dilarang keras menggunakannya di luar yang telah ditetapkan dalam Compensation Plan, Support System, Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma, terlebih lagi untuk memproduksi, menjual atau mengusahakan dari sumber lain produk-produk Perusahaan maupun alat bantu produksi tanpa ijin resmi dari Perusahaan.
  14. Kreasi dan penggunaan semua alat bantu penjualan (cetakan, rekaman dan lain sebagainya) untuk kepentingan usaha (penjualan maupun perekrutan) wajib mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perusahaan (Perusahaan akan memberikan tanda sertifikasi pada property tersebut). Tanpa ada tanda sertifikasi dari Perusahaan, maka Perusahaan tidak bertanggung jawab terhadap semua pernyataan atau janji yang tercantum dalam materi alat bantu penjualan tersebut.
  15. Perusahaan tidak bertanggung jawab terhadap kewajiban-kewajiban kepada Mitra Usaha jika Perusahaan harus tutup atau menghentikan operasinya karena bencana alam, kerusuhan,      huru-hara, perubahan kebijakkan hukum atau politik dan lain sebagainya.
  16. Pelanggaran terhadap salah satu dan atau keseluruhan isi dari peraturan dan ketentuan       mengenai Lisensi Mitra Usaha Rhizoma ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma tanpa konpensasi apapun.

 

D. Status dan Kedudukan Mitra Usaha

  1. Mitra Usaha adalah wirausaha mandiri dengan status Distributor Lepas (Indipendent Distributor), tidak mempunyai ikatan kerja dengan perusahaan sehingga setiap Mitra Usaha tidak dapat dan tidak diijinkan menyatakan bahwa Mitra Usaha tersebut adalah  pegawai/ karyawan/staff atau wakil atau bertindak untuk dan atas nama Perusahaan.
  2. Mitra Usaha tidak terikat hubungan kerja, lokasi dan jam kerja dengan Perusahaan sebagaimana layaknya karyawan, sehingga tidak berhak mendapat dan atau menuntut kompensasi atau tunjangan apapun dari usahanya tersebut kecuali yang telah ditetapkan dalam Compensation Plan dan Support System Rhizoma.

 

E. Ketentuan Business Account Kemitraan

  1. Masa kemitraan (keanggotaan) seorang Mitra Usaha Rhizoma berlaku untuk seumur hidup dan bisa diwariskan.
  2. Seorang Mitra Usaha yang dalam kurun waktu 12 (duabelas) bulan berturut-turut tidak aktif (tidak ada transaksi apapun) berhak dan bisa mendaftar kembali menjadi Mitra Usaha Rhizoma (atau menerima hibah kemitraan dari Mitra Usaha lain) dengan sponsor siapapun dan pada jaringan manapun setelah mengajukan Surat Pengunduran Diri terlebih dahulu.
  3. Apabila seorang Mitra Usaha kehilangan status kemitraannya baik karena mengundurkan diri ataupun dicabut, maka seluruh Mitra Usaha di bawahnya (downlinenya) tetap berada pada garis sponsorisasi upline dari Mitra Usaha yang kehilangan status kemitraannya tersebut dan downline generasi 1 (downline langsung)-nya naik status menjadi downline generasi 1 Sponsor Mitra Usaha yang kehilangan status kemitraannya tersebut.

 

F. Prosedur Dan Kebijakan Tentang Pensponsoran

  1. Setiap Mitra Usaha berhak mereferensikan calon Mitra Usaha untuk disponsori menjadi Mitra Usaha Rhizoma dan tidak ada batasan mengenai jumlah mitra yang boleh disponsori.
  2. Entry data nama dan ID sponsor serta nama dan ID Upline penempatan (Placement) harus dilakukan dengan benar dan cermat karena tidak ada peluang perubahan data setelah melakukan “submit” data pendaftaran.
  3. Mitra Usaha tidak bisa melakukan pengajuan penggantian atau pindah Sponsor kepada perusahaan.
  4. Mitra Usaha berhak menempatkan Mitra Usaha yang disponsorinya di manapun dalam jaringan usaha (organisasi Mitra Usaha) di bawahnya dengan sepengetahuan Mitra Usaha yang akan disponsori dan Mitra Usaha yang akan ditempati (pihak yang akan menjadi upline placement) Mitra Usaha yang disponsorinya itu.
  5. Mitra Usaha tidak dibenarkan menunda-nunda pendaftaran dan atau pembayaran uang  pendaftaran dan atau menyalahgunakan uang pendaftaran calon Mitra Usaha yang telah disetorkan kepadanya dan menjadi tanggung  jawabnya.
  6. Mitra Usaha, Stockist maupun Master Stockist tidak dibenarkan mengganti data sponsor yang telah disepakati dengan calon Mitra Usaha tanpa sepengetahuan dan atau seizin calon Mitra Usaha yang bersangkutan.
  7. Mengenai pensponsoran dalam satu keluarga (suami, isteri, anak/menantu/keponakan (anak dari saudara kandung/ipar), orang tua/mertua, saudara kandung/ipar) berlaku ketentuan salah satu anggota keluarga menjadi sponsor dan mensponsori anggota keluarga lainnya secara horisontal (diposisikan sebagai generasi 1 semua).
  8. Apabila ditemukan Mitra Usaha yang melanggar ketentuan pada Butir (6) di atas, maka perusahaan akan melakukan pencabutan status kemitraan Mitra Usaha yang bersangkutan beserta seluruh keluarganya. 
  9. Untuk menjaga objektifitas pelayanan karyawan kepada Mitra Usaha, Mitra Usaha tidak diperkenankan mensponsori karyawan perusahaan.

10.Perusahaan tidak akan turut campur dalam perselisihan antar Mitra Usaha yang timbul terkait pensponsoran kecuali telah menyebabkan keresahaan yang cukup luas bagi Mitra Usaha lain dan atau telah terjadi pelanggaran terhadap Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma.

 

G. Prosedur dan Ketentuan Pewarisan Kemitraan

  1. Kemitraan (keanggotaan) Mitra Usaha Rhizoma Worldwide bisa diwariskan.
  2. Data ahli waris yang diakui oleh perusahaan adalah data ahli waris yang sah menurut hukum dan perundang-undangan yang berlaku, dan wajib disertakan pada saat calon Mitra Usaha mengisi Aplikasi Pendaftaran.
  3. Seorang Mitra Usaha dapat mengajukan perubahan data ahli waris dengan cara mengisi    Formulir Perubahan Data dan mengajukannya secara resmi kepada perusahaan.
  4. Perusahaan tidak bertanggung jawab terhadap masalah yang timbul di kemudian hari akibat pengisian data ahli waris secara sembarangan atau tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan.
  5. Bagi Mitra Usaha yang belum menikah atau sudah bercerai dan belum memiliki anak, maka keanggotaannya dapat diwariskan kepada ahli waris yang sah yang namanya tercantum pada Aplikasi Pendaftaran atau pada Formulir Perubahan Data.
  6. Jika seorang Mitra Usaha meninggal dunia, maka keanggotaannya tersebut dengan sendirinya akan dilimpahkan kepada ahli warisnya (suami/istri/anak) yang telah sah terdata pada perusahaan dan masih hidup, kecuali seluruh ahli warisnya membuat kesepakatan tersendiri dan mengajukannya secara resmi kepada perusahaan.
  7. Untuk mendapatkan warisan usaha dari Mitra Usaha yang meninggal dunia, ahli waris yang sah sebagai penerima pelimpahan keanggotaan wajib menunjukkan akta kematian Mitra Usaha yang meninggal dunia tersebut, bukti yang menunjukkan bahwa mereka adalah ahli waris yang sah dan mengisi serta menandatangani Formulir Perubahan Data Keanggotaan.
  8. Apabila terjadi sengketa oleh pihak lain perihal kewarisan ini maka PT. RHIZOMA akan mengikuti keputusan akhir dari pengadilan, dan selama dalam proses penyelesaian sengketa tersebut keanggotaan akan diambil alih sementara oleh PT. RHIZOMA sampai mendapat keputusan hukum yang tetap.
  9. Jika ternyata si penerima warisan telah menjadi  Mitra Usaha di PT. RHIZOMA, maka yang  bersangkutan wajib memilih keanggotaan salah satu di antaranya, dan yang satunya lagi dapat di hibakan kepada pihak lain.
  10. Jika penerima warisan belum berumur 17 (tujuh belas) tahun dan atau belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), maka PT. RHIZOMA berhak menunjuk seorang dari kerabat atau keluarga si penerima warisan untuk menjadi walinya sampai yang bersangkutan berumur 17 (tujuh belas) tahun dan atau telah memiliki KTP. 
  11. Apabila penerima warisan yang telah terdaftar pada perusahaan ternyata telah meninggal dunia, maka PT. RHIZOMA akan menunjuk ahli waris terdekat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku atau berdasarkan hasil musyawarah para ahli waris yang ada, dan akan dibuat serta disahkan dihadapan Notaris.
  12. Dalam hal pewarisan keanggotaan ini, maka segala hadiah dan fasilitas (seperti Pin, hadiah promo, dan lain sebagainya) tidak dapat dipindahtangankan kepada penerima warisan, kecuali hal-hal umum seperti Bonus dan Royalty.

 

H. Prosedur dan Ketentuan Hibah Kemitraan

  1. Setiap Mitra Usaha berhak menghibahkan kemitraannya kepada orang/pihak lain.
  2. Hibah kemitraan hanya dibenarkan apabila dilakukan dalam keadaan sadar, ikhlas serta tidak ada paksaan maupun tekanan dari pihak manapun.
  3. Hibah keanggotaan tidak akan disahkan atau akan dibatalkan oleh perusahaan apabila terbukti disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan yang melanggar Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma.
  4. Untuk menghibahkan keanggotaannya kepada orang lain, Mitra Usaha harus membuat Surat Pernyataan Hibah di atas kertas bermaterai, melibatkan paling sedikit 2 (dua) orang saksi, diketahui oleh Sponsornya dan semua yang terlibat dalam Surat Hibah tersebut kecuali sponsor harus menyertakan salinan Surat Tanda Penduduk (KTP) atau kartu identitas lain yang setara dan masih berlaku berikut mencantumkan nomor telefon yang bisa dihubungi.
  5. Pihak yang menerima hibah kemitraan dari seorang Mitra Usaha haruslah memenuhi  persyaratan menjadi Mitra Usaha sebagaimana yang diuraikan pada butir (1) dan (2), ayat (A), Pasal IV di atas, dan tidak berstatus sebagai Mitra Usaha Rhizoma.
  6. Sejak secara resmi menerima hibah dan sah menjadi Mitra Usaha Rhizoma, maka minimal selama 6 (enam) bulan ke depan pihak penerima hibah tidak dapat menghibahkan kemitraannya  tersebut kepada orang/pihak lain. 
  7. Mitra Usaha yang memberi hibah dan pihak yang  menerima hibah kemitraan harus bersedia memenuhi persyaratan lain dari perusahaan bila diperlukan.
  8. Setelah menerima surat hibah dari para pihak yang melakukan hibah, maka perusahaan akan melakukan konfirmasi kepada masing-masing pihak termasuk saksi-saksi bila perlu.  
  9. Setelah proses hibah keanggotaan dinyatakan sah oleh perusahaan (melalui Surat Keputusan Perusahaan), maka secara otomatis pihak yang memberikan hibah kehilangan status serta seluruh hak dan kewajibannya sebagai Mitra Usaha dan beralih kepada pihak penerima hibah.
  10. Mitra Usaha yang telah menghibahkan kemitraannya bisa mendaftar kembali menjadi Mitra Usaha atau menerima hibah kemitraan dengan ketentuan harus melewati masa tenggang selama 6 (enam) bulan terhitung sejak proses hibahnya disahkan perusahaan, kecuali apabila yang bersangkutan menjadi Mitra Usaha Rhizoma lagi karena menerima warisan kemitraan.

 

I. Prosedur dan Ketentuan Mengundurkan diri

  1. Setiap Mitra Usaha berhak mengundurkan diri dari keanggotaan/kemitraannya di Rhizoma.
  2. Pengunduran diri dari  keanggotaan / kemitraannya di Rhizoma hanya dibenarkan apabila dilakukan dalam keadaan sadar, ikhlas dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.
  3. Pengunduran diri tidak akan disahkan atau akan dibatalkan oleh perusahaan apabila terbukti disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan yang melanggar Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma.
  4. Pengunduran diri dilakukan dengan cara membuat Surat Pengunduran Diri secara resmi (bermaterai), diketahui / ditandatangani oleh sponsor / uplinenya dan diajukan kepada perusahaan.
  5. Setelah pengunduran diri dinyatakan sah oleh perusahaan (melalui Surat Keputusan Perusahaan), maka secara otomatis pihak yang mengundurkan diri kehilangan status serta seluruh hak dan kewajibannya sebagai Mitra Usaha.
  6. Mitra Usaha yang telah mengundurkan diri bisa mendaftar kembali menjadi Mitra Usaha atau menerima hibah keanggotaan dengan ketentuan harus melewati masa tenggang selama 6 (enam) bulan terhitung sejak proses pengunduran dirinya disahkan perusahaan, kecuali apabila yang bersangkutan menjadi Mitra Usaha Rhizoma lagi karena menerima warisan keanggotaan.
  7. Khusus Mitra yang  pada saat mengundurkan diri mendapat persetujuan dari sponsornya, maka yang bersangkutan bisa langsung mendaftarkan diri lagi sebagai Mitra Usaha Rhizoma  (dengan sponsor siapapun dan di jaringan manapun) atau menerima hibah kemitraan dari Mitra Usaha lain.

  

J.   Prosedur dan Ketentuan Tentang Berakhirnya Kemitraan

Kemitraan seorang Mitra Usaha dengan perusahaan akan berakhir, apabila:

  1. Mitra Usaha meninggal dunia
  2. Mitra Usaha mengundurkan diri,
  3. Mitra Usaha menghibahkan keanggotaannya,
  4. Mitra Usaha mendapat sanksi pencabutan kemitraannya oleh perusahaan,
  5. Perusahaan tutup/berhenti beroperasi secara permanen.
  6. Khusus Mitra Usaha yang meninggal dunia, status serta hak dan kewajibannya sebagai Mitra Usaha selanjutnya akan diwariskan kepada ahli waris yang sah dari Mitra Usaha  yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam ayat (G), Pasal IV di atas serta perundang-undangan yang berlaku.
  7. Setiap Mitra Usaha berhak mengundurkan diri  dari keanggotaan Rhizoma Worldwide sebagaimana yang diatur dalam ayat (I), Pasal  IV di atas.
  8. Setiap Mitra Usaha berhak menghibahkan keanggotaannya dengan mematuhi ketentuan   sebagaimana yang diatur dalam ayat (H), Pasal  IV di atas.
  9. Khusus Mitra Usaha yang berakhir kemitraannya karena mengundurkan diri serta menghibahkan keanggotaannya dapat menerima hibah keanggotaan atau mendaftar kembali menjadi Mitra Usaha setelah melalui masa tenggang selama 6 (enam) bulan terhitung sejak berakhir kemitraannya, kecuali bila pengunduran diri yang bersangkutan disetujui oleh sponsornya, maka yang bersangkutan bisa langsung mendaftarkan diri lagi sebagai Mitra Usaha Rhizoma  (dengan sponsor siapapun dan di jaringan manapun) atau menerima hibah kemitraan dari Mitra Usaha lain.

 

Pasal V

KETENTUAN TENTANG PRODUK

 

  1. Harga jual Produk ditentukan oleh Perusahaan dan dibedakan menjadi 3 wilayah harga: Wilayah I (Jawa), Wilayah II (Sumatera, Kalimantan, Sulewesi, Bali dan NTB) dan Wilayah III (NTT, Maluku dan Papua).
  2. Untuk wilayah tertentu yang ongkos kirimnya melampui standard ongkos kirim yang telah diteapkan untuk masing-masing wilayah sebagaimana yang diuraikan pada Ayat (1) di atas, maka Perusahaan berhak memberlakukan tambahan ongkos kirim.
  3. Perusahaan mendistribusikan produk- produknya kepada seluruh Mitra Usaha melalui Stockist dan Master Stockist, yaitu Mitra Usaha yang bekerjasama dengan perusahaan dalam mendistribusikan produk-produk Rhizoma  kepada seluruh Mitra Usaha Rhizoma Worldwide.
  4. Pembelian Produk dari Perusahaan maupun Stockist dan Master Stockist, harus dilakukan secara tunai/kontan, Stockist dan Master Stockist tidak dibenarkan melakukan penjualan produk secara kredit atau dengan sistim bayar belakangan dan lain sebagainya.
  5. Stockist atau Master Stockist hanya dibenarkan mejual produk kepada Mitra Usaha dengan harga Mitra yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
  6. Mitra Usaha tidak boleh menjual Produk dengan harga yang lebih rendah atau lebih tinggi dari harga konsumen yang telah ditentukan oleh Perusahaan.

 

Pasal VI

JAMINAN KEPUASAN MITRA USAHA DAN PELANGGAN

 

Setiap penjualan produk Rhizoma disertai JAMINAN KEPUASAN MITRA USAHA DAN PELANGGAN (CUSTOMER AND BUSINESS PARTNER SATISFACTION), yaitu berupa:

  1. Memberikan tenggang waktu selama 10 (sepuluh) hari kerja kepada calon Mitra Usaha untuk memutuskan menjadi Mitra Usaha atau membatalkan pendaftaran dengan mengembalikan alat bantu penjualan (Starter Kit) yang telah diperoleh dalam keadaan seperti semula.
  2. Memberikan tenggang waktu selama 30 (tigapuluh) hari sejak tanggal transaksi kepada Mitra Usaha dan konsumen untuk mengembalikan barang, apabila ternyata barang tersebut tidak sesuai dengan yang diperjanjikan (GARANSI 30 HARI UANG KEMBALI).
  3. Membeli kembali barang, bahan promosi (brosur, katalog, atau leaflet), dan alat bantu penjualan (starter kit) yang dalam kondisi layak jual dari harga pembelian awal Mitra Usaha ke perusahaan dengan dikurangi biaya administrasi paling banyak 10% (sepuluh persen) dan nilai setiap manfaat (termasuk bonus, royalty dan berbagai bentuk kompensasi  lainnya) yang telah diterima oleh Mitra Usaha berkaitan dengan pembelian barang tersebut, apabila  Mitra Usaha mengundurkan diri atau diberhentikan oleh perusahaan.

 

Pasal VII

PROSEDUR DAN KETENTUAN MENGENAI STOCKIST

 

  1. Bahwa untuk menjamin kemudahan seluruh Mitra Usaha dalam memperoleh produk-produk Rhizoma, Perusahaan perlu melakukan kerjasama dengan Mitra Usaha-Mitra Usaha tertentu yang mengambil fungsi stock dan distribusi produk-produk Rhizoma pada wilayah-wilayah pengembangan usaha Rhizoma Worldwide di seluruh Indonesia dengan membuka Kantor/Pusat distribusi pada wilayah-wilayah tersebut.
  2. Bahwa Mitra Usaha yang mengambil fungsi  stock dan distribusi produk-produk Rhizoma pada wilayah-wilayah pengembangan usaha Rhizoma Worldwide tersebut selanjutnya disebut Stockist (ST) dan Master Stockist (MS) yang masing-masing dibedakan atas dasar volume stock dan distribusinya, luasan area operasinya serta ketentuan kerjasamanya dengan perusahaan.
  3. Mengenai prosedur dan ketentuan mengenai Stockist dan Master Stockist disusun dalam sebuah Prosedur dan Ketentuan tersendiri yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Direksi dan merupakan bagian tak terpisahkan dari Prosedur dan Kebijakkan ini.

 

Pasal VIII

KEBIJAKAN TENTANG KOMPENSASI

 

  1. Mitra Usaha diberikan Bonus, Royalty serta bentuk - bentuk kompensasi lainnya sesuai dengan Program Kompensasi dalam Compensation Plan Rhizoma Worldwide.
  2. Rhizoma Worldwide menerapkan dua Rancangan Kompensasi, yaitu Bonus Harian yang dibayarkan setiap hari dan Bonus Bulanan yang dibayarkan setiap bulan.
  3. Apabila waktu pembayaran bonus yang sudah ditetapkan jatuh pada hari libur (Bank tidak     beroperasi), maka bonus akan dibayarkan pada hari kerja berikutnya.
  4. Mitra Usaha berhak mengajukan klaim kesalahan perhitungan bonus kapanpun kesalahan tersebut ditemukan.
  5. Perusahaan berhak melakukan koreksi atas kesalahan perhitungan bonus kapanpun kesalahan tersebut ditemukan.
  6. Seluruh kompensasi untuk Mitra Usaha akan dihentikan sementara apabila Mitra Usaha yang bersangkutan dibekukan atau dihentikan secara permanen kemitraannya.

 

Pasal IX

KEBIJAKAN TENTANG POTONGAN PPH UNTUK ANGGOTA

 

Bonus yang diterima Mitra Usaha berdasarkan Compensation Plan perusahaan akan dipotong pajak mengikuti tarif PPH orang pribadi, sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

 

Pasal X

S A N K S I

 

  1. Apabila Mitra Usaha terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik Mitra Usaha, Prosedur dan Kebijakan Rhizoma serta aturan dan ketentuan terkait lainnya, perusahaan berhak sepenuhnya untuk memberikan sanksi yang layak, termasuk melakukan peninjauan kembali atas sanksi yang telah dikeluarkan terhadap Mitra Usaha tersebut.
  2. Setiap Mitra Usaha yang melanggar Kode EtikMitra Usaha, Prosedur dan Kebijakan Rhizoma serta aturan dan ketentuan terkait lainnya, akan dikenakan sanksi dengan penentuan jenis serta berat-ringannya sanksi didasarkan pada:
    1. Kategori pelanggaran,
    2. Berat ringannya pelanggaran,
    3. Frekuensi pelanggaran,
    4. Unsur-unsur kesengajaan atau ketidaksengajaan
    5. Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya pelanggaran,
    6. Pertimbangan asas keadilan dan obyektifitas,
    7. Peraturan Perusahaan dan Peraturan Perundang- undangan yang berlaku.
    8. Jenis sanksi yang diberlakukan:
      1. Peringatan (lisan atau tulisan): untuk kategori pelanggaran ringan,
      2. Pembekuan Keanggotaan: untuk kategori pelanggaran menengah hingga berat,
      3. Pencabutan Keanggotaan: untuk kategori pelanggaran berat hingga sangat berat (fatal).
      4. Setiap Mitra Usaha yang dicabut keanggotaannya, akan kehilangan seluruh hak-haknya sebagai Mitra Usaha dan tidak berhak mendapatkan kompensasi dalam bentuk apapun.
      5. Kemitraan (keanggotaan) seorang Mitra Usaha dapat langsung dihentikan (dicabut) oleh Perusahaan apabila ditemukan bahwa Mitra Usaha telah melakukan hal-hal sebagai berikut:
        1. Memalsukan data-data pendaftaran dan data- data administrasi kemitraan lainnya,
        2. Melakukan pelanggaran berat/sangat berat  terhadap Kode Etik Mitra Usaha, Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma serta aturan dan ketentuan terkait lainnya,
        3. Melakukan tindak-tindakan yang telah terbukti secara sah melanggar hukum sehingga  ditetapkan sebagai terpidana oleh pihak berwajib.    

 

Pasal XI

PROSEDUR DAN KETENTUAN PEMBERIAN

SANKSI PEMBEKUAN DAN PENCABUTAN KEANGGOTAAN

 

  1. Mitra Usaha akan diberikan sanksi pembekuan hingga pencabutan kemitraan (keanggotaan)-nya apabila yang bersangkutan terbukti telah melakukan pelanggaran terhadap Kode Etik Mitra Usaha, Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma serta prosedur dan ketentuan terkait lainnya dalam kategori  pelanggaran berat hingga sangat berat.
  2. Penilaian dan pengambilan keputusan pembekuan hingga pencabutan kemitraan (keanggotaan) Mitra Usaha terkait dengan pelanggaran menengah hingga sangat berat terhadap Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakan Rhizoma  serta prosedur dan ketentuan terkait lainnya, akan dilakukan perusahaan (Dewan Kode Etik Rhizoma) dengan mempertimbangkan  masukan dari Dewan Leader Rhizoma.
  3. Mitra Usaha yang dicabut keanggotaannya akan mendapat pemberitahuan tertulis dari perusahaan dengan tembusan kepada Dewan Leader dan sponsornya, dan akan dikirim kepada yang bersangkutan melalui jasa pengiriman dan atau email.
  4. Sedangkan Mitra Usaha yang dibekukan keanggotaannya bisa mendapat pemberitahuan atau tanpa pemberitahuan tergantung jenis pelanggaran yang dilakukannya sesuai dengan ketentuan perusahaan.
  5. Mitra Usaha yang dibekukan keanggotaannya akan ditangguhkan dan atau kehilangan sebagian hak-haknya sebagai Mitra Usaha, sedangakan bagi yang dicabut keanggotaannya akan kehilangan seluruh hak-haknya sebagai Mitra Usaha.

 

Pasal XII

P E N U T U P

 

  1. Seluruh aturan, prosedur serta ketentuan  sebagaimana diatur dalam Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma berikut ketentuan-ketentuan terkait lainnya berlaku mengikat dan merupakan kesepakatan mutlak antara perusahaan dengan Mitra Usaha.
  2. Perusahaan memiliki hak penuh untuk mengubah dan atau memperbaharui isi Kode Etik Mitra Usaha, Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma serta aturan dan ketentuan terkait lainnya, apabila dianggap perlu, dan akan menginformasikannya kepada Mitra Usaha dengan masa sosialisasi selama 30 (tigapuluh) hari.
  3. Kode Etik Mitra Usaha ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Data Pendaftaran Mitra Usaha RHIZOMA WORLDWIDE.

 

Tags :